Dimana Gue Suka Di Situ Gue Sial

Sunday, November 16, 2008 |

8 Juli 2008

Oleh: Allya Innaz Mahardika

Oh my gosh gue masuk 3.2! Nggak sama geng gue !. Kaya orang tersesat di hutan aja . Maksudnya orang di hutan itu nyasar . Yah tak apalah nasib yang menentukan gue berada di sini . Kelas ini bagus juga sih . Mana banyak lagi yang bisa di gebet . Lumayan kan?. Siapa tau bisa jadi pacar gue . Mimpi kali lo! kata temanku yang menguping apa yang aku bicarakan tadi . Ketangkap basah deh . Lagi asyik ngomong sendiri tiba-tiba gue melihat mantan pacarku , Dirto. Tapi kali ini aku lagi memperhatikan cowok ganteng yang bernama Ega. Gue kok jadi suka sama Dia ya???.

***

Cukup sampai di sana lah awal gue masuk kelas tiga . Yang jelas pisah dari sahabat gue . Tapi disana gue udah punya sahabat baru kok!. Hmm…. Enak ya udara pagi ini, kata gue memuji udara pagi ini . Setelah belajar dengan bu Erin yang baik dan pak Edo yang galak .

Teng… teng… teng… , bunyi suara bel tanda istirahat . Gue keluar mengambil makanan yang dibawa nyokap . Selain itu gue juga dikatain anak mami sama teman –teman. Gue bales aja mending anak mami dari pada lu anak monyet !.

***

Pas pelajaran kesenian gue liat ada surat di meja Ana sahabat gue . Iseng-iseng gue baca aja . Dan setelah itu gubrak … gue pingsan plus sakit hati dengan sukses . Gue jadi ngejauhin Ana gara-gara hal itu dan itu nggak gue pikirin lagi sekarang. Gue soalnya udah punya orang yang gue suka lagi sama seseorang bernama Rangga .

***

Beberapa saat kemudian gue dengar gosip hangat tentang si Rangga . Ternyata dia udah punya pacar . Oh my Gosh sial deh gue. “Adia, kamu latihan ya …!” teriak guruku, bu Dina. Maksudnya itu latihan olimpiade matematika antar sekolah . Gue pasrah saja . Siapa sangka di tempat latihan ketemu orang ganteng . Seneng dah gue . Seperti biasa gue langsung suka sama orang itu . Namanya Reno . Setelah selesai latihan gue shalat Zuhur dan keluar kelas untuk jajan. O…iya gue harus beritahu Reno itu kakak kelas gue.

***

Setelah itu …….

Gue jajan keluar sekolah. Gue jajan ‘crepes’ kesukaan gue rasa keju , cokelat meses , dan susu . Gue ketemu kakaknya temen gue.
Terus dia nanya: “Kamu suka sama Reno ya???..”
Gue jawab saja : ” ya kali “.
“Aku kan pacarnya,” kata kakak temen gue itu.
Gubrak ….!
Gue pingsan sebelum sempat membayar pesanan gue .


***

Gue Siaaaalllll!!!!!!!!!!!

Hah… sekarang gua gak mau pusing lagi .Mikirin semua cowok yang terbayang –bayang di otak gue. Yang jelas enaknya gue jadi jomblo aja plus ikutan geng “ijo lumut” (ikatan jomblo lucu dan imut). Kan gue cocok masuk situ.

JanganPergi Ibu !

Friday, October 24, 2008 |

23 December 2007 07:00 PM

“Ibu kenapa hari ini? Abis kesambet setan apa bu ? Kenapa bisa jadi feminim begini?” “Nggak usah banyak tanya deh Innaz! Gih sana menulis qiroah dulu !”.

“ Siap bos ! Siap laksanakan !” .

“ Sekalian hafalkan Al-Fajr ya!”

“ Ok bu “.

Aku dan bu Emi memang seperti keluarga sendiri . Aku sendiri pun menganggap ibu Emi Ibuku sendiri . Bu Emi orangnya agak galak padahal aslinya dia sangat baik . Mukanya aja agak serem gimana gitu.

“Naz kayaknya gue nggak sanggup deh setahun bersama –sama jadi muridnya bu Emi . Dari mukanya aja gue udah kebelet pipis “ kata Afni temanku .

“Ya namanya juga ibu –ibu Ni ! Biasalah, timpalku” .


***


“Ibu, saya kan udah hafal bu, saya boleh tanya nggak?”

“Tentu saja boleh mau nanya apa ?”

“ Kenapa nggak ibu pake tas warna merah muda aja juga bu, biar mecing gitu ?”

“Ya sudah nanti tasnya Innaz yang belikan ya !”

“ He… he… he… nggak jadi deh bu !” sahutku.


***


“Mbak pesen tas warna merah muda yang itu dong !”

“yang mana dik ?”

“ Itu tuh yang sebelahannya warna kuning !”

“ O…iya …iya .”

“ Harganya berapa ? “

“Seratus lima puluh ribu rupiah saja kok dik “.

“Ya sudah nih saya bayar “.

Akhirnya aku pulang dengan bingkisan untuk ibu Emi besok biar bu Emi dapat kejutan gitu .Tas yang kubeli berwarna merah muda dengan gambar bunga matahari di sebelah kiri . Dan dibungkus dengan bungkus kado yang berwarna merah agak gelap .


***


“Selamat pagi ibu Emi . Saya sudah belikan tas war ……. “

“…. Ibu kenapa ibu pergi tinggalkan saya ? Saya belikan tas untuk ibu.. Ibu jangan pergi, karena harus mengajar saya matematika dan ipa bu !”

Aku hanya menatap kosong.

Guru yang selama ini menjadi seorang ibu di sekolahku kini telah pergi ke surga . Selamat jalan ibu Emi .

Hari Sedihku di bulan Mei

|

9 October 2006 – 10:43 AM


Hari Minggu lalu tanggal 24 Maret 2006 adalah hari ulang tahunku yang ke 17. Benar – benar dirayakan besar- besaran. Sweet seventeen gitu, kata orang. Adikku Pasha ulang tahun minggu depan. Kira – kira hari Selasa nanti . Memang kelahiran kami hanya beda dua hari saja. Di antara kami pun tak saling memanggil pakai kata kakak atau adik. Tetapi menggunakan kata elo dan gue.


Ulang tahun ke tujuh belas ini sangat indah selain dirayakan besar - besaran juga ada sahabat - sahabat aku yang datang. O iya nama gue Priska . Itulah kesamaan nama aku dan Pasha . Huruf depan nama kami sama- sama huruf P. Entah kenapa itu menjadi ke banggaan buat kakak adik seperti kami.


Tak terasa hari ulang tahunku sudah terlewati. Sekarang hari Senin. Jadi kira- kira ulang tahun Pasha adalah besok. Tentu saja dia juga ulang tahun ke 17. Tapi ada yang selalu ku rahasiakan yaitu tentang Pasha yang anak pungut. Aku sendiri sedih akan keadaan Pasha . Tepat hari ini ia berulang tahun . Sungguh tak ada manis-manisnya . Tidak seperti aku yang ulang tahunnya dirayakan besar- besaran. Kue ulang tahunpun tak dibeli. Balon – balon tiup juga tidak. Karena memang dia menjalani hari ulang tahun seperti hari – hari biasanya .Aku juga merasa sedih. Ulang tahunku di rayakan. Sementara itu ulang tahun Pasha tidak sama sekali. Dia juga tidak mendapat kado ulang tahunnya. Hanya aku saja yang ingat hari ulang tahunnya . Bahkan aku juga tadi tidak jajan di sekolah karena ingin memberi kue ulang tahun buat Pasha . Tapi sayang Pasha tidak menerimanya. Akhirnya dia mau juga menerima kue ulang tahun yang aku berikan padanya. Dan aku yang menyanyikan lagu selamat ulang tahunnya.


Sungguh aku tak menyangka seperti ini saudara angkat ku menjalani hidup yang menurutku harus menjadi bahagia. Sekarang dia sudah berumur 20 tahun . Tapi yang menyedihkan pada saat dia ulang tahun ke 21 dia sakit. Sakit yang di deritanya sangat parah . Dua bulan di rawat di rumah sakit ia meng hembuskan nafas terakhirnya di hari ayahku berulang tahun . Bertepatan tanggal 17 Mei 2006. Sungguh aku menangis tersedu . Karena aku kehilangan orang yang selama ini baik padaku dan kusayangi. Kini aku memiliki hari yang sedih tapi kuanggap sebagai hari yang istimewa di hatiku . Yaitu pada tanggal 17 Mei 2006. Dan berakhirlah cerita yang menyedihkan ini.


Semoga Pasha tenang di alam sana.Dan aku ingin aku bisa bersama Pasha nanti di Surga . Amien.

Test Posting

Friday, November 23, 2007 |

Apa kabar

Hi.... apa kabar

Friday, April 13, 2007 |

Halo teman, ini adalah blog aku berisi kumpulan cerpen2 yg pernah aku tulis. Memang cuma iseng sih. Tapi bagiku sangat mengasikkan....... ! Namanya juga masih anak kelas 3 SD.